Tampilkan postingan dengan label Hubungan Dengan Non Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubungan Dengan Non Muslim. Tampilkan semua postingan

Perusahaan yang membatasi karyawan muslim untuk beribadah

Assalamu'alaikum....

Bapak ustadz yang terhormat

Saya berumur 23 tahun dan sudah bekerja di suatu perusahaan swasta.
Perusahaan tersebut mayoritas non muslim.

Namun saat ini begitu banyak tekanan yang ditujukan kepada kaum muslimnya. 
Sehingga satu demi satu rekan saya resign dari perusahaan tersebut. Yang 
ingin saya tanyakan sampai batas apakah toleransi yang harus kita berikan 
kepada kaum non muslim dimana mereka mulai berani membatasi waktu ibadah
kita ?

Memang di perusahaan tersebut kaum muslimin yang memiliki posisi sangatlah 
sedikit, meskipun ada mereka lebih banyak (maaf) menjilat atasan mereka yang 
non muslim. Sehingga kami merasa terpojokkan baik oleh kalangan non muslim 
atau dari atasan kami yang muslim.

Menurut Bapak, apakah tindakan terbaik yang semestinya kami lakukan? Kadang 
kami sering merasa sakit hati dan sedih melihat kesewenang-wenangan ini dan 
ingin berontak. Tapi kami tidak mungkin melawan mereka sebab perusahaan tsb 
memang dimiliki oleh non muslim tsb. 

terima kasih atas sarannya saya sangat berharap dan berterima kasih sekali 
apabila bapak dapat membalas secepatnya...

Wassalam,



Jawaban:

Assalaamu'alaikum wr.wb.

"Dan (ingatlah) Aku tdk menciptakan Jin dan Manusia melainkan utk menyembah 
dan beribadah kepadaKu" (Adz-Dzaariyaat 56). 

Minimal dari ayat diatas sangat jelas bahwa sebenarnya kita hidup didunia 
ini punya tugas utama yang sewaktu-waktu harus dipertanggung-jawabkan, yaitu 
beribadah kepada Allah. Adapun hasil dari tugas/usaha kita selain itu adalah 
semata-mata hanyalah digunakan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah 
itu sendiri, baik bagi diri sendiri maupun saudara seiman lainnya.

Kemudian, disepanjang kehidupannya, manusia akan mendapat cobaan sesuai denga 
dalilnya:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, 
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita 
gembira kepada orang-orang yang sabar" (Al-Baqoroh 155). Dan atau "Apakah 
kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga padahal belum datang kepadamu 
(cobaan)* Al-ayah" (Al-Baqoroh 214). 

Walaupun cobaan itu datang berbeda bagi setiap manusia, yang pasti ia akan 
berusaha/mengakibatkan kita menjauhkan/meninggalkan/melalaikan tugas kita 
yang utama. Sebagai salah satu contoh dalam kasus anda ini, anda mendapat 
pekerjaan yang cukup baik (mungkin) tetapi ternyata urusan ibadah jadi 
tersendat-sendat. Kita harus pandai dan berani memilih dalam situasi begini, 
mana yang harus kita prioritaskan. Untuk urusan dunia jelas bisa ditunda 
tetapi urusan akhirot yang sewaktu-waktu datang tidak bisa kita ketahui. 

Tetapi Allah telah menjanjikan bahwa: "Orang yang berjihad/bersungguh-sungguh 
untuk mencari keridhaan Allah, maka akan Allah menunjukkan kepada mereka 
jalan-jalan Allah. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang 
yang berbuat baik" (Al-Ankabuut 69). 

Saya tambahkan bahwa, salah satu ciri manusia yang beriman kepada Allah 
adalah rela tinggal dilereng-lereng gunung menyendiri tapi dia dapat 
melaksanakan seluruh perintah Allah/Rosulullah dari pada tinggal dikeramaian 
tapi tidak dapat melaksanakan semua perintah Allah/Rosulullah. Semua itu dia 
lakukan karena takut kepada Allah (lihat HR.Nasaa'i Kitabul Jihat). Jadi 
kalau memang anda menyadari situasi lingkungan pekerjaan anda itu memang 
merongrong keridhoan Allah terhadap anda, maka carilah yang lain, tidak ada 
gunanya anda mempertahankannya. InsyaAllah minimal berdasarkan Al-Ankabuut 69 
Allah akan memberikan petunjukNya. Banyak dalil yang mengatakan begitu, 
silahkan anda baca hadits-hadits diseputar Kitab/Bab Jihad.

Demikian yang dapat kami sampaikan utk sementara ini, kami ikut berdo'a 
semoga anda mendapatkan pekerjaan yang lebih barokah.

Wassalaamu'alaikum wr.wb.

Bolehkan Non Muslim memasuki Masjid?

Saya memberanikan diri bertanya pada forum ini karena saya sudah bertanya
ke banyak rekan Muslim, dan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda.
Bolehkah seorang non-Muslim seperti saya ini menghadiri acara Akad Nikah
(atau acara apapun juga) yang diselenggarakan di Mesjid?
Terima kasih.


Jawaban:

Salam,
Secara teologis, tidak ada larangan bagi orang non-muslim untuk masuk ke
mesjid, dan secara sosial, kami juga tidak melihat Islam melarang persoalan
tersebut. Bagi mereka yang melarang non-muslim untuk memasuk mesjid,
alasannya cenderung didasarkan pada konsep mesjid dan kesucian. Karena
mesjid sebagai tempat suci, maka individu yang bernajis dianjurkan untuk
menghindari mesjid, agar jangan sampai kehadirannya mengotori kesucian
mesjid. Oleh sebab itu, inti permasalahan bukan pada larangan dan kebolehan
non-muslim memasuki mesjid, tetapi lebih pada tataran tata cara dan etika
masuk mesjid/tempat suci (di Bali, wanita yang sedang kedatangan 'tamu
bulanan' dilarang memasuki pura). Artinya, saudara boleh saja masuk mesjid,
tetapi diri dan pakaian sdr harus bersih dari segala najis (bersih dari air
kencing, kotoran manusia atau binatang dan segala bentuk najis lainnya yang
menurut Islam harus disucikan).
Mudah-mudahan dapat membantu saudara memahami permasalahan yang selama ini
mungkin sedikit mengganggu hubungan sdr dengan rekan muslim lainnya.
Montreal, 24 April 2000

Menuntut ilmu di sekolah non Muslim

> Ass.Wr.Wb..
>
> Pak Ustad,saya ingin mengajukan pertanyaan terutama yang menyangkut
tentang diri saya,karena saya merasa pernah mendapatkan didikan yang salah
dari non-muslim,tepatnya sewaktu saya sekolah di bangku SMA saya sekolah di
yayasan kristen,saya sebenarnya menyadari bahwa sekolah di yayasan tersebut
berarti keimanan saya mulai mengalami kemunduran,karena hampir setiap hari
yang saya dapatkan hanyalah pengetahuan non-muslim/kristen,maka
Alhamdullilah,saya di situ tidak sendirian ternyata teman-2 hampir 60%
muslim..
> Yang menjadi ganjalan saya selama ini bagaimanakah bisa menebus dosa saya
selama ini,karena saya waktu dalam memilih sekolahan tergantung terhadap
orang tua,dan orang tua saya seorang pensiunan ABRI yang gajinya tidak
seberapa,karena saat itu di daerah Yogyakarta untuk mengenyam pendidikan di
yayasan islam yang mutu pendidikannya bagus sangatlah mahal.
> Tolong bimbing saya untuk bisa menebus dosa saya selama ini....
>
> Alhamdullillah,saya semenjak kuliah,saya mulai bergaul dengan sesama
muslim karena saya merasa ingin menebus dosa yg telah saya perbuat.
> Dan lingkungan kerja saya juga 90% muslim.
>
> Dalam hati saya,termasuk nazar saya yang Insya Alloh kalau mendapat rejeki
saya ingin anak saya masuk ke dalam lingkungan pendidikan Islami,pelajaran
orang tuanya sangatlah berharga bagi anak saya.Insya Alloh.
>
> Terima kasih atas sarannya dan saya sangat menanti tuntunan dan siraman
rohani saya yang kering selama ini.
>
> Wallaikumsallam wr.wb.

Jawaban:


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Kebetulan saya mengalami hal yang serupa sahabat. Tetapi alhamdulillah ke 
Islaman saya tidak luntur, walaupun semua guru Kristen yang mengajar saya 
menunjukkan kasih sayangnya kepada saya. Sampai mereka sering mendatangi 
rumah saya, tetapi sekalipun mereka tidak pernah memaksa saya dan keluarga 
saya memasuki agama Kristen. Dalam pelajaran agama mereka tidak memaksa 
saya untuk mengikuti, begitu juga dalam acara ritual. Alhamdulillah saya 
masih diberi kekuatan oleh Allah.

Mungkin yang dimaksud oleh sahabat, adalah keikut sertaan anda dalam ibadah 
ritual mereka, seperti menyanyikan lagu rohani, acara natal. dsb. Kalau pada 
saat itu anda belum tahu kalau itu dosa, maka kemudian anda bertaubat maka 
Insya Allah Dia akan mengampuni anda.

"Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang
mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah
itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 16:119)".

Jadi syaratnya mudah, yaitu dengan bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya
(ucapan dan perbuatan, niat - mohon ampun kepada Allah - menyesali diri -
menjauhi - berjanji tidak mengulangi). Kemudian memperbaiki kesalahan masa
lalu yang anda perbuat, dengan meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah.

Sesungguhnya Allah MAha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wassalam,

Hukum berziarah di kuburan non Muslim

1. Bolehkah berziarah ke makam orang kristen pada saat Idul Fitri ?
   (berhubung alm bapak mertua beragama kristen,sedangkan Ibu mertua dan
   anak2nya beragama Islam.
2. Seandainya boleh apa yang harus saya lakukan dan seandainya tidak boleh
   apa yang harus saya perbuat?. Karena selama ini saya tidak mau kalau diajak
   berziarah walaupun tidak enak juga sebenarnya dan merekapun beranggapan
   bahwa saya tidak sayang sama keluarga.

Jawaban:

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada awalnya Allah melalui Rasulullah melarang berziarah kekubur siapapun,
namun kemudian Allah memperkenankan.

"Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw bersabda: "Aku mohon izin
kepada Allah untuk memohonkan ampun bagi ibuku, tetapi tidak
diperkenankanNya. Kemudian aku mohon izin untuk menziarahi kuburnya, lalu
diperkenankanNya". (HR Muslim - 923).

Dari hadits tersebut maka terjawablah, bahwa menziarahi orang non muslim
boleh saja, tetapi tidak boleh mendo'akannya.

Wassalam,

Hukum mematuhi Pimpinan yang Non Muslim

> Apa hukumnya mendukung program kerja / mematuhi pimpinan yang non muslim?

Jawaban:

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan anda sangat luas cakupannya, karena mengandung
pertanyaan-pertanyaan lainnya, misalnya apa dalam masalah pekerjaan, masalah
agama, apa bentuk program kerjanya dan sebagainya.

Baiklah kita kupas satu persatu masalah ini, sebagai berikut.

Pertama kalau seandainya masalah ini ditempat kerja.

Program yang tidak dapat kita dukung adalah program kerja yang bertentangan
dengan akidah ke Islaman, misalnya saja kalau kita bekerja di bank kemudian
memberlakukan bunga yang besar kepada para nasabah. Atau sebagai grosir yang
mengambil keuntungan berlipat ganda, atau program kerja yang sifatnya
merugikan umat Islam, atau untuk berbuat kebatilan. Atau dalam program
kerjanya terlihat adanya KKN. Maka tidak pandang apakah pemimpinnya non
muslim atau bukan program tersebut tidak boleh didukung.

Begitu pula sebaliknya, tidak pandang siapa pemimpinnya, kalau tetapi
program kerjanya tidak bertentangan dengan akidah ke Islaman, apalagi
menunjukkan kesesuaiannya dengan ajaran Islam, maka kita wajib mendukungnya
apalagi kita karyawan disana yang akan terdampak oleh program kerja
tersebut.

Dalam mematuhi kepemimpinan mereka, selama mereka tidak memerintahkan kita
untuk melakukan sesuatu yang dilarang Agama, maka tidak kita wajib mematuhi
kepemimpinan mereka. Apalagi mereka yang membayar kita.
Namun bila ada pemimpin yang mengaku dirinya beragama Islam, tetapi
kepemimpinannya bertentangan dengan akidah ke Islaman maka mereka tidak
patut untuk dipatuhi.

Jadi disini bukan masalah orangnya yang diikuti atau dipatuhi, tetapi
masalah program kerjanya, kepemimpinannya atau jenis perintahnya.

Didalam masalah agama juga hampir sama, tetapi jangan lupa yang patut kita
patuhi adalah Allah semata. Rasulpun hanya meneruskan perintah-perintah
Allah, oleh karena itu mematuhi Rasul sebenarnya adalah mematuhi Allah. Kita
tidak boleh mematuhi seseorang, karena seseorang itu dapat melakukan
kesalahan. Apabila ada perintah dari guru, orang-tua atau ustadz terlebih
harus dicek kebenarannya dengan ayat-ayat Allah dan sunah Rasul. Kalau tidak
sesuai hukumnya wajib kita tidak mematuhi mereka. Yang harus kita patuhi
adalah kebenaran perintah mereka, dalam arti sesuai tidak dengan
ayat-ayatNya dan sunah Rasul, artinya patuh kepada Allah. (lihat Surat
Luqman ayat 14-16).


Wassalam,

Hukum memasuki Rumah Non Muslim

Pertanyaan:

> Bolehkah seorang muslim memasuki rumah seorang nasrani?...

Jawaban:

Assalamu 'alaikum wr.wb.
Al-Qur'an sangat tidak melarang umat Islam untuk berinteraksi sosial dengan 
kelompok di luar Islam, termasuk berkunjung ke rumah warga nasrani. Bahkan 
kalau dilacak dalam sejumlah hadits, saudara akan menemukan bahwa ajaran 
Islam tentang kehidupan sosial selalu bersifat universal, tidak dibatasi 
oleh tembok keimanan, suku, ras dan politik.
Berikut beberapa contoh hadits dan ayat al-Qur'an.
1. Man ahabba an yubsatha lahu fi rizqihi, wa yunsya'a lahu fi atsarihi, fa
l-yashil rahimahu [siapa yang berharap rezkinya dimudahkan dan dia ingin
selalu dikenang orang, maka hendaknya dia menyambung dan menjaga
tali-silaturrahmi dengan siapa saja].
2. Idza thabahta marakatan fa aktsir maa'aha, wa tu'aahid jiiraanaka [jika
saudara memasak lauk yang berkuah atau gulai, hendaknya saudara menambahkan
komposisi airnya, kemudian berikan sebagian kepada jiranmu]
3. Khairun naasi anfa'uhum lin naasi [individu yang paling baik di antara
kalian adalah dia yang paling bermanfaat terhadap manusia lainnya].
4. Ayat yang menerangkan bahwa "Wahai umat manusia, Kami sengaja menciptakan
kalian [dengan sejumlah perbedaan], yaitu laki-laki dan perempuan, berbeda
suku dan bangsa, agar kalian saling kenal-mengenal [berinteraksi sosial]".

Hanya saja al-Qur'an melarang umatnya untuk melampai atau memasuki tapal
batas teologis agama lain, seperti yang dituturkan oleh surat al-Kafiruun
yang mengingatkan Rasulullah agar tidak menerima tawaran damai orang Quraish
yang meminta beliau untuk berganti hari beribadat antara menyembah Allah dan
patung/berhala mereka.

Demikian sedikit gambaran dari kami. Mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan
saudara.

Bergaul dengan Non Muslim

>Assalamualai'kum ww
>
>1. saya mempunyai seorang teman dekat yang beragama kristen, setiap hari 
>kami selalu bersama mengerjakan skripsi, disuatu saat lagi kami sama-sama 
>jajan di kantin, malah saling mentraktir. 
>apakah menurut sunah nabi hal seperti ini dibolehkan?

yup boleh.....Yang tak boleh adalah kalau sudah menyangkut persoalan 
aqidah spt anda diminta sholat di gereja, de es te.
Kalau cuma masalah mu'malah atau interaksi sosial tak mengapa...

>2. Sekarang saya jauh dari orang tua ( ibu ). sudah 5 bulan kami pisah, 
>namun baruan kemarin saya dapat pesan diminta pulang kekampung sejenak. 
>permintaan tersebut belum saya penuhi karena saya bertekat setelah selesai 
>skripsi baru pulang.
>menurut akidah akhlak tindakan saya apakah salah..?  

Hmmm...ini bukan persoalan hitam-putih. Lihat dulu kondisinya, apakah 
ada alasan kuat mengapa anda diminta pulang? misalnya ibu sakit, atau ada 
acara keluarga, atau tak ada alasan apapun kecuali kangen. kalau 
alasannya hanya kangen sementara anda sedang sibuk membuat skripsi tentu 
lebih baik anda tak pulang. Yang penting jelaskan saja dengan bahasa yang 
baik dan halus mengapa anda tak bisa pulang saat ini. Mudah-mudahan Ibu 
anda memahaminya. 

Hukum Mengucapkan selamat hari raya agama lain (Kristen)

>Pertanyaan saya:
>- Bagaimanakah saya memberi penjelasan lebih jelas dan apa yang   harus 
>saya ceritakan kepadanya tentang memberi selamat hari raya   kepada agama 
>lain..

Sebagian ulama  mengharamkan kita memberi ucapan selamat natal. Akan tetapi, 
Prof. KH. Ali Yafie, Prof. Dr. Quraish Shihab, Prof. KH. Ibrahim Hosen,
(ketiganya dari MUI) membolehkan kita mengucapkan selamat natal. Pangkal 
persoalannya adalah: apakah mengucapkan selamat natal itu sama dg mengakui 
akidah kristen atau tidak? Bagi yang mengatakan ya, maka haram jawabannya. 
Bagi yg mengatakan tidak, maka boleh jawabannya. Sebagai tambahan, Mufti Mesir 
juga memberikan ucapan selamat natal.

Nah, begitu pula kasus ucapan selamat hari raya nyepi. jawabannya bisa 
dianalogikan dari kasus selamat natal itu. Jadi ini masalah perbedaan pendapat.

Akan tetapi, menghargai umat lain itu tidak mesti atau tidak selalu disimbolkan 
dengan ucapan selamat akan hari raya mereka. Menghormati agama orang lain bagi 
umat islam adalah berarti menghargai keyakinan mereka, menghormati rumah ibadah 
mereka, menjaga kehormatan mereka. Inilah bentuk menghormati. Sedangkan perkara 
mengucapkan selamat hari raya itu hanyalah persoalan sepele.

>- Buku apakah yang harus saya miliki untuk mengajarkan kepada orang   yang 
>mau masuk islam.

Tergantung latar belakang dia, kalau dia tertarik pada filsafat maka berikanlah 
buku ttg filsafat islam. kalau dia tertarik pada dunia spritual, berikanlah buku-buku 
ttg tasawuf. kalau dia tertarik pada dimensi hukum, segera beri buku ttg hukum islam. 
Namun kalau dia mau tahu tuntunan praktis, yah berikan saja buku Fiqh islam karangan 
Sulaiman Rasyid. Disitu cara praktis beribadah kan dibahas lumayan lengkap.

>- Apakah yang harus saya lakukan agar do'a saya terkabul, tentang    
>dirinya agar masuk islam. (dia diberi hidayah untuk masuk islam)


Hidayah itu urusan Allah. kalau pun anda berdo'a namun Tuhan tidak kasih 
hidayah kepada org tsb yah.....:-(

Namun soal do'a terkabul memang ada tuntunannya. Yang penting, niat dalam 
berdo'a itu jangan agar dia masuk islam agar bisa kawin dg dia. Namun agar Allah 
bukakan pintu hatinya untuk memeluk islam. Titik. Soal kawin itu kan lagi-lagi 
soal jodoh....dan anda pasti tahu bhw jodoh itu ditangan Tuhan:-)

salam,
=nadir=

>sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan, untuk membaca 
>dan membalas permasalah saya.
>
>wassalam.

Gereja Di lingkungan Muslim, Kemana harus melapor?

>Kemana saya harus melaporkan kalau disebelah rumah saya dijadikan gereja,
>sedangkan dikomplek ini mayoritas islam, untuk permulaan saya telah 
>melaporkan 
>kepada RT dan RW setempat, dan telah mendatangi mereka, tapi kelihatannya 
>mereka tidak menggubris dan masih tetap melakukan kegiatan gereja yang 
>saya rasakan semakin menjadi-jadi dan membuat saya merasa terganggu.
>yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana mencegah rumah sebelah saya
>itu menjadi gereja, prosedur apa saja yang harus saya lakukan.
>sebagai informasi kegiatan tersebut sudah berlangsung 
>kurang lebih dua tahun
>
>terima kasih atas perhatiannya

Jawaban:

Coba hubungi Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan di wilayah Bapak 
tinggal.

Prinsipnya, kita tetap harus mengedepankan rasa toleransi kita bagi umat
lain yang ingin beribadah. Namun membangun rumah ibadah di Indonesia ini
harus menempuh prosedur tertentu. Jadi, isunya bukan pada muslim - 
kristen atau gereja - non gereja, namun pada "apakah pembangunan gereja 
tsb sudah menempuh prosedur yg berlaku utk pembangunan rumah 
peribadatan?" Bila setelah dicek ke KUA setempat jawabannya: iya. Maka 
Bapak harus merelakan gereja itu terus dibangun meskipun lokasinya 
disebelah rumah bapak. Akan tetapi kalau jawabannya: tidak, maka KUA 
setempat harus bertindak berdasarkan laporan bapak tsb.

Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita semua. Amin

Hukum Mengucapkan Kartu Natal

> Isi pertanyaan yang masuk:
> ------------------------------------------------------
> Bolehkah saya sebagai seorang muslim mengirimkan Christmas card kepada 
> teman yang beragama Kristen? Saya menanyakan hal ini karena ada yg 
> bilang bahwa orang Islam dilarang mengirimkan Christmas card kepada 
> orang Kristen. Apakah ini benar? Kalau memang dilarang, apa alasannya?
> Bukankah kita mengirim kartu tsb sebagai suatu ekspresi perhatian kita
> terhadap teman kita alias untuk sosialisasi.
> 
> Tolong dijawab karena saya benar-benar ingin tahu informasi yang benar.

Jawaban:

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah ini sebetulnya sudah dibicarakan sejak beberapa tahun lalu, yang
dasarnya sebagai berikut:

1. Berkirim kartu (apakah Natal, tahun Baru, Ulang Tahun, Lebaran) tidak
pernah dicontohkan Rasulullah saw
2. Berkirim kartu adalah merupakan tradisi kaum Nasrani
3. Berkirim kartu menggambarkan pemborosan, atau pembelajaan harta dengan
cara yang tidak benar.
4. Mengucapkan Natal, yang merupakan acara agama yang tidak dibenarkan
Allah. Jadi kalau kita mengirimkan selamat (salamah) bagi tindakan yang
tidak dibenarkan Allah adalah tidak benar pula akibatnya.

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 2:195)

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari
rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari
itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan
tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang
zalim. (QS. 2:254)

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari
keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang
terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu
menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya,
maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
perbuat. (QS. 2:265)

Coba pikirkan berapa milyar dollar yang telah dibuang percuma untuk membuat
kartu Natal ataupun kartu-kartu yang lain.

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang
miskin dan orang yang dalam perjalanan:dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS. 17:26)
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan
syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. 17:27)

Mudah-mudahan Allah selalu memberi bimbingan kepada kita semua.

Wassalam,

 free web counter Counter Powered by  RedCounter

About this blog

Semoga media ini bisa menambah timbangan amalku di akhirat kelak, Amiin Ya Rabbal 'alamiin. kirimkan kritik dan saran ke alamat penjagaquran@gmail.com

Buletin Jum'at

Fatwa Rasulullah

Doa dan Dzikir Rasululah SAW

Biografi Tokoh

Tanya Jawab

1 day 1 ayat

Download


ShoutMix chat widget
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku