Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Kisah. Tampilkan semua postingan

SHOLAT PARA MALAIKAT TIDAK BISA MENANDINGI SHOLATNYA UMAT NABI MUHAHAMAD.

SUBHANALLAH Salah satu rahasia Allah swt mengenai ibadah sholat adalah ketika Allah swt selesai menciptakan malaikat Jibril dengan bentuk yang cantik, dan Allah swt menciptakan pula... baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah memandangi dirinya yang tampak begitu indah dan sempurna, maka malaikat Jibril pun berkata kepada Allah swt: “Wahai Rabb-ku, apakah Engkau menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku?.” Kemudian Allah swt pun menjawab pertanyaan malaikat Jibril, “Tidak” Mendengar jawaban Allah swt, maka malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan shoalt dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah swt. Pada setiap rakaat sholat yang dikerjakan oleh malaikat Jibril menghabiskan masa selama 20.000 tahun lamanya. Setelah malaikat Jibril selesai melaksanakan sholatnya, kemudian Allah swt pun berfirman kepadanya, “Wahai Jibril, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepada-Ku seperti ibadah yang kamu lakukan, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia, yang paling Aku cintai, ia bernama Muhammad. Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa. Seandainya mereka mengerjakan sholat dua rakaat walau hanya sebentar, dan dalam keadaan lupa serta serba kurang, dengan pikiran yang melayang-layang dan dosa merekapun besar, maka demi kumuliaan-Ku dan ketinggigan-Ku, sesungguhnya sholat mereka itu lebih Aku sukai daripada sholatmu. Hal tersebut karena mereka telah mengerjakan sholat itu atas perintah-Ku sedangkan sholat kamu bukan atas perintah-Ku”. Setelah mendengar hal tersebut, Jibril pun kembali bertanya kepada Allah swt: “Ya Rabb-ku, apakah yang Engkau berikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepada-Mu?” Maka Allah swt berfirman yang artinya, “Ya Jibril, akan Aku berikan surga Ma’’waa sebagai tempat tinggal mereka…”. Malaikat Jibril kemudian meminta izin kepada Allah swt untuk melihat surga Ma’wa tersebut. Setelah Allah swt memberikan izin kepadanya, maka malaikat Jibril pun langsung mengembangkan sayapnya dan terbang menuju surga Ma’wa tersebut. Satu kepakan sayap malaikat Jibril adalah sama dengan jarak perjalanan selama 3000 tahun. Dan terbanglah malaikat Jibril selama 300 tahun perjalanan. Setelah menempuh 300 tahun perjalanan, malaikat Jibril akhirnya kelelahan dan turun untuk singgah dan berteduh di bawah sebuah pohon. Di sana ia bersujud kepada Allah swt seraya berkata: “Ya Rabb-ku, apakah aku telah menempuh setengah, atau sepertiga, atau seperempat dari perjalanan menuju surga Ma’wa?”. Maka Allah swt pun berfirman, “Wahai Jibril, meskipun kamu mampu terbang selama 3000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, niscaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan…..” An-Najm:013 وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, An-Najm:014 عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (yaitu) di Sidratil Muntaha. An-Najm:015 عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى Di dekatnya ada syurga [Ma’wa] tempat tinggal,
http://www.facebook.com/media/set/fbx/?set=a.181840815197736.42539.100001154561942#!/photo.php?fbid=181841088531042&set=a.181840815197736.42539.100001154561942&type=1&theater

Sandal Jepit Isteriku

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.
“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu. “Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.
“Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.
Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.
*******
Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.
“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”
Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.
“Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.
Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…
********
Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.
“Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.
“Lho, kok bilang gitu…?” selaku.
“Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.
“Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.
*******
Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.
Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.
“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.
“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.
Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”
Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!
“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.
“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.
“Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.
******
Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.
Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?

Ketika Allah Bilang tidak …..

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.”Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kesabaran.”

Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kebahagiaan.”Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantungkepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.”Allah berkata, “Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku segala hal yangmenjadikan hidup ini nikmat.” Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain,Sebesar cinta-Mu padaku. Allah berkata… “Akhirnya kau mengerti .!!”Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang laindengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhirdengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah bergante pasangan.Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.


Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedangdemam dan pilek lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam(maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoamemohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentulebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segaladalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulubaru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yangkita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.


Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa.

Belajar Dari Badai Salju

Eramuslim.com. Badai telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi jiwa manusia, tak ada manusia yang mau merenung yang tak menyadari akan kelemahan dirinya, badai telah memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk meluluhlantakan jiwa-jiwa manusia yang sombong atau meluluhlantakkan penyakit-penyakit manusia yang tak mau juga menyadari keberadaan sang pencipta, manusia-manusia angkuh itu masih saja berdalih, akh itu kejadian alam , akh itu biasa, akh itu memang maunya alam dan komentar yang sejenisnya, tak ada kerendahan hati dalam komentar tersebut, tak ada pengakuan diri bahwa manusia itu lemah dan tak ada pengakuan bahwa ada Dia di balik badai salju yang menimpa Rusia dan berbagai negara lainnya.
Saya jadi teringat ketika bencana Merapi dan Menatawai tahun lalu ( tak terasa yakh kita sudah melawati tahun 2010 dan sudah berada di awal minggu pertama 2011 ) ada seorang tokoh, tapi rasanya tak pantas disebut tokoh, panggil aja si X, yang berani-beraninya bilang bencana Mentawi dan Merapi hanya kejadian alam biasa, tak ada urusan dengan Allah, padahal si X ini dibesarkan pada sebuah organisasi Islam yang besar, namun sekarang termasuk di dalam sebuah jaringan yang membuat tokoh Islam yang moderat sering kali harus mengelus dada, karena pernyataan-pernyataannya, akh sudahlah, mari kita lanjutkan telaah kita mengenai badai salju.
Cuaca ekstreem terjadi mana-mana, termasuk di Rusia, khususnya Moskow, ini kejadian langka, belum pernah separah ini di tahun-tahun sebelumnya, tak pernah kejadian seperti hari Minggu, 26 Desember 2010 lalu. Di saat saya melihat TV dan internet di mana Indonesia sedang "gibol" gila bola karena Timnas kita masuk ke final AFF dan di Aceh sedang memperingati bencana Tsunami yang terjadi tepat 6 tahun lalu, nah di Rusia sedang terjadi badai salju yang menggila.
Badai salju telah menyebabkan jalan-jalan yang tadinya salju mendadak sontak menjadi es yang licin. pohon banyak yang bertumbangan dan diantara batang dan ranting telah membeku dan dilapisi es! Hingga bila terlihat dari jauh pohon ini seperti kabel-kabel listrik putih mengkilap atau seperti ulat-ulat putih yang mengelantung di dahan atau ranting-ranting, kelihatanya malah jadi unik dan menarik. Dan anda bisa memegang dahan-dahan atau ranting-ranting yang diselimuti es! Ajaib, benar-benar ajaib, hanya karena suhu yang mendadak turun di malam minggu, pemandang berubah total, dari putih menjadi seperti kaca!
Dan itu terjadi di mobil-mobil, termasuk mobil saya, yang kebetulan parkirnya di tempat parkir yang tidak di bawah tanah atau bukan di garasi "keong" sebuah garasi kecil yang memuat satu mobil dan persis seperti keong yang bisa dipindah ke sana kemari. Ya mobil di apartement tempat saya tinggal parkirnya lapangan yang di aspal dan di ruangan terbuka. Maka yang terjadi adalah ketika suhu tiba-tiba turun drastis di malam Minggu lalu, maka salju yang turun di hari Sabtunya mendadak menjadi es semua, membekukan salju-salju yang menempel di mobil-mobil.
Nah mobil sayapun kena imbasnya, mendadak seluruh kaca dilapisi es dengan ketebalan hampir 2 cm! Bayangkan betapa susahnya mengerok salju-salju tadi, lebih repot lagi pintu-pintu mobilpun tertutup es dan hampir di seluruh badan mobil terbentuk stalactit-stalactit, es-es runcing yang kalau kena tangan yang bisa luka tergores dan berdarah, karena tajamnya. bahkan kalau stalactit yang menjadi besar tadi jatuh dari atas gedung apartement dan mengenai mobil, badan mobil besak penyok bahkan bisa berlubang dan bayangkau kalau kena manusia!
Luar biasa, salju yang lembut kini telah membeku dan menjadi es yang sukar di lepaskan atau dikerok di kaca-kaca atau di badan-badan mobil! Butuh kesabaran untuk mebersihkan es dari seluruh badan mobil. Oya agar proses pencairan es tadi, masin harus dipanaskan, namun ketika membuka pintu butuh perjuangan dan ke hati-hatian, bila tidak penarik pintu mobil bisa patah! Rusia-rusia, iklim saja telah membuat manusia menjadi repot, itu belum menyalakan mobil, baru mau masuk ke mobil dan membersihkan mobil agar mobil saat dikendarai bisa kelihatan jalanan, karena tidak tertutup es lagi.
Namun usaha untuk membersihkan es tadi butuh perjuangan lagi di tengah suhu minus 15 derajat C! Sudah dingin, mobil di tutup es, di kaca-kaca mobil terbentuk lempengan-lempengan es! Dikeraskan mengeroknya, badan mobil bisa banyak goresan-goresen, dilema, tidak di kerok, jalanan tak akan terlihat, karena tertutup es. Ya akhirnya harus sabar dengan heater mobil yang akan memanaskan kaca-kaca tersebut dan itu butuh waktu, antara 30 menit sampai 1 jam!
Memang repot hidup di Rusia, tak punya mobil berisiko alias ke mana-mana berjibaku dengan suhu yang dingin membekukan, punya mobilpun harus berjuang dengan salju dan es! Di tambah dengan kemacetan total, karena pengendara harus berhati-hati mengendari mobilnya disebebkan jalanan yang licin. Makanya di Rusia selain kemacetan tadi, mobil mendadak jelek semua, kotor semuanya! Ya karena kecipratan salju, salju yang bukan lagi berwarna putih, tapi sudah kecoklatan! Ya sudah bila anda ke Moskow di musim dingin seperti sekarang, akan akan melihat bahwa orang-orang Rusia terpaksa jorok semua.
Mengapa? Karena kalau mobil di cuci akan membahayakan, bisa-bisa sisa-sisa air bekas cucian akan membeku, lebih bahaya lagi kalau air tadi masuk ke lobang-lobang kunci, maka lubang kunci tadi akan tertutup oleh es, otomatis tak bisa dibuka pintu mobil tadi dan bila di paksa, kuncipun bisa patah! Itulah mengapa mobil-mobil di Rusia di musim dingin seperti sekarang kotor semua, jelek semuanya. Bahkan kalau tak mau repot yang punya mobil memarkirkan mobilnya di jalanan dan dibiarkan begitu saja, maka bila anda melihatnya, mobil tersebut akan di urug oleh salju sampai tak kelihatan bentuknya, padahal bukan mobilnya jelek!
Itulah hidup di Rusia, jangankan ada badai salju, tak ada badaipun, melawan dinginnya suhu sudah suatu resiko sendiri! Jadi di balik keindahan salju, banyak problem di dalamnya. Kejadian badai salju dua minggu lalu menyebabkan bandara Sheremetyevo dan bandara Domodidovo lumpuh total, akibatnya ada warga KBRI yang mau pulang ke tanah air hari itu di tunda, pesawat dilarang terbang! Loh gimana mau terbang kalau baling-baling pesawat membeku dan tak dapat digerakan, karena penuh dengan es! Setelah membaca tulisan di atas ada beberap hal yang dapat kita pelajari dari adanya badai salju tersebut, diantaranya ialah:
Pertama, badai salju adalah salah satu dari kekuatan alam yang dapat memporak porandakan apa saja, badai ini menimpa apa saja, tak pandang orang baik dan orang yang buruk, tak melihat sisi manusia soleh dengan manusia salah, semuanya dihantamnya.
Kedua, Allah sedang menunjukkan kekuatanNya pada manusia-manusia yang selalu mengandalkan rasionalitasnya, otaknya, ternyata dengan salju yang dibuat badai sedemikian rupa olehNya membuat manusia “matikutu” manusia, tak mampu melawan badai tersebut, manusia menyerah kalah, manusia tak mampu menghalau badai salju tersebut.
Ketiga, badai salju yang menimpa negara-negara di Eropa, Amerika dan Rusia telah menyadarkan manusia yang mau berpikir, bahwa ada kekuatan lain di balik alam ini, ada kekuatan metafisika yang tak terjangkau oleh akal manusia, bayangkan hanya dengan menurunkan suhun sekian derajat C dari titik beku, telah membuat salju yang tadinya lembut mendadak sontak semuanya menjadi es yang keras membatu! Dialah yang merubah itu semuanya, Dialah, Allah Yang Kuasa atas segalanya.
Keempat, bila manusia tak mau juga merendahkan dirinya kepada Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar, Dialah, Allah SWT, bisa saja Dia akan menunjujjkan kekuatanNya yang lebih besar, sekarang saja manusia tak habis pikir, di Australia yang mestinya sedang musim panas, salju tiba-tiba turun, Allahu Akbar. Manusia menyebut akibat global worming, pemanasan global, lagi-lagi tidak melihat apa yang terjadi penyebab di balik pemanasan global tersebut, lagi-lagi disebut kejadian alam saja, tidak mengaitkan ada Dia dibalik semua fenomena alam! Masih sombong juga rupanya manusia!!!
Kelima, bagi manusia-manusia yang beriman, jangankan badai salju yang melanda dunia, perubahan air menjadi salju dan salju berubah menjadi es, kemudian es berubah menjadi cair lagi, hanya karena suhu yang naik turun, sudah begitu takjub, itu bukan suatu yang biasa, itu sudah suatu keajaiban dunia, keajaiaban alam! Semua perubahan air, salju dan es dalah suatu tanda-tanda kekuasaanNya. Allahu Akbar. Terakhir, badai salju melumpuh Rusia, lagi manusia -manusia dipaksa untuk mengakui keperkasaan alam, tak boleh sombong, karena bagaimanapun manusia hanya makhluk lemah, tak berdaya, menghadapi badai salju saja manusia sudah "matikutu", jadi apa yang mau kau sombongkan wahai manusia? Sadarlah, sujudlah, rendahkan hatimu pada Dia Yang Maha Besar, Allah SWT !
Bila badai salju tak juga bisa menyadarkan manusia tentang kelemahan dirinya, Allah bisa saja mendatangkan badai-badai dalam bentuk lainnya, bisa badai keuangan, politik, ekonomi, social budaya dan sebagainya, bahkan bisa saja terjadi badai untuk seluruh aktivitas manusia, bahkan bisa saja bukan badai, tapi penghancuran alam semesta, itulah yang terjadi dalam kiamat kubro. Kalau badai salju baru kiamat sugro, juga bencana Mentawi, Merapi dan lain-lain, itu baru kiamat sugro, kiamat kecil.
Badai salju insya Allah pasti berlalu, karena biasanya salju hanya terjadi di musim dingin, bila musim semi tiba, salju mulai hilang sedikit demi sedikit, apa lagi musim panas, tak ada salju satu tetespun, ajaib! Benar-benar ajaib, salju yang menutup seluruh daratan Rusia, Eropa dan Amerika Utara di musim dingin, bisa hilang lenyap pada musim panas! Kecuali memang di Kutub Utara atau Kutub Selatan, kalau di dua kutub ini mencair malah memang banjir besar akan melanda dunia!

Dua Pohon

dakwatuna.com – Beberapa waktu belakangan, saya sedang menamatkan sebuah buku berjudul Balada Cinta Suci, Ali dan Fatimah. Sebagaimana judulnya, buku ini mengisahkan perjalanan Ahlul Bait tersebut dengan cukup indah. Selain romansa–tentu saja–ada hal baru yang baru saya pahami benar-benar mengenai keluarga mulia tersebut; yaitu tentang kedermawanan yang luar biasa.
Inilah sepenggal kisahnya yang cukup menyentuh saya:
Pada suatu hari Fatimah jatuh sakit. Selama itu Ali senantiasa merawat beliau dan tak segan menggantikan tugas beliau sebagai istri. Pun Ali masih dengan tulus bertanya, adakah yang sedang diinginkan Fatimah, dengan harapan istrinya tersebut akan segera sembuh. Sejenak kemudian Fatimah menjawab bahwa ia menginginkan buah delima. Segeralah Ali berangkat ke pasar dan membeli sebuah delima. Sebuah? Ya, karena memang uang beliau hanya cukup untuk membeli sebuah delima saja. Dalam perjalanan pulang beliau melihat seseorang yang meringkuk di sudut jalan. Setelah percakapan singkat, tahulah beliau bahwa orang tersebut begitu miskinnya hingga sudah dua hari tidak makan. Kemudian beliau membelah delimanya menjadi dua bagian dan berkata: “Tabahkanlah hatimu. Percayalah bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang baik. Bertasbihlah kepada Allah, dan ambillah buah ini, semoga dapat meringankan penderitaanmu.”
Ali sampai di rumah, dan menyerahkan delima yang hanya separuh itu kepada istri tercintanya. Kisah delima yang tinggal separuh itu justru membuat Fatimah lega dan alhamdulillah merasa semakin membaik. Di tengah kegembiraan tersebut, sahabat Salman al Farisi bertamu sambil membawa sesuatu yang ditutup kain. Setelah mengucap salam, Salman menjelaskan bahwa yang dibawanya adalah sembilan buah delima “dari Allah, untuk rasul-Nya, dan seterusnya untuk Anda.” Mendengar jawaban tersebut Ali kemudian berkata: “Tidak mungkin buah itu dari Allah. Kalau benar dari Allah, maka jumlahnya adalah sepuluh. Sebab, Allah telah berfirman
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya…”. (QS. Al An’aam:160).
Lalu Salman pun tersipu sambil mengeluarkan sebuah delima lagi dari lengan bajunya: “Tak terlintas dalam pikiranku untuk mengambil buah delima itu bagi diriku. Sebenarnya, aku bermaksud mengujimu, karena begitu seringnya aku mendengar Rasulullah memuji keluasan ilmu dan kecerdasanmu”.
*Subhanallah, dua hal yang saya petik dari sini; bahwa kedermawanan Ali yang begitu besar tampak dari hati beliau yang mudah tersentuh dan bersegera untuk membantu, serta kecerdasan beliau dalam memaknai ayat-ayat-Nya sehingga begitu lekas mengaitkan keadaannya dengan salah satu janji-Nya. Dan beliau percaya, sangat percaya*
Masih banyak sebenarnya kisah hikmah dari perjalanan Ahlul Bait ini, tidak akan cukup diuraikan kecuali saya akan membuat Anda sekalian bosan :D Sampai di sini pun, mungkin Anda sudah banyak bertanya apa kaitan semua ini dengan judulnya?? Beginilah…dari buku lain yang saya baca juga saya menemukan sebuah hadits indah:
“Kedermawanan adalah pohon di dalam surga, sedang dahannya menjulur ke dunia, barangsiapa berpegang pada dahannya, dia akan dituntun oleh dahan itu menuju ke surga. Dan bakhil adalah pohon di dalam neraka, dan dahannya menjulur ke dunia, barangsiapa berpegang pada dahannya, dia akan terseret oleh dahan itu ke dalam neraka” (HR Bukhari dan Baihaqi)
Ya, ada dua pohon langit yang dahannya menjulur ke dunia. Pohon ahli surga membawa pesan kedermawanan, dan pohon ahli neraka menghantarkan pesan kebakhilan. Seiring gerakan Satu Milyar Pohon (dunia), bisa kan kita memilih pohon (langit) yang tepat untuk kita tanam pula?! ^_^

Duhai Hati… Tetaplah Istiqamah…

Dakwatuna.com – Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau membelikan sepatu baru.
Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau adik-adikmu tidak bersekolah?”
Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah. Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi ia dengar.
***
Duhai hati..
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati..
Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??
Duhai hati..
Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..
Duhai hati..
Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.
Duhai hati..
Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga semangat itu tetap terpatri di dada mereka..
Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..
Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

 free web counter Counter Powered by  RedCounter

About this blog

Semoga media ini bisa menambah timbangan amalku di akhirat kelak, Amiin Ya Rabbal 'alamiin. kirimkan kritik dan saran ke alamat penjagaquran@gmail.com

Buletin Jum'at

Fatwa Rasulullah

Doa dan Dzikir Rasululah SAW

Biografi Tokoh

1 day 1 ayat

Download


ShoutMix chat widget
The Republic of Indonesian Blogger | Garuda di Dadaku